Jl. Siliwangi No. 6, Rawa Panjang, Bekasi Timur | [email protected] | (021) 82436886

Hasil Pencarian: "lingkungan kerja" (Kata Kunci)

Penelusuran metadata karya ilmiah dan dokumen institusi Universitas Bina Insani.

Filter Otomatis
Reset
Filter otomatis disaring tanpa menekan tombol.
Hasil Pencarian: "lingkungan kerja" (Kata Kunci)

Menampilkan 9 karya ilmiah repository terverifikasi (Skripsi & Artikel Jurnal OJS)

Detail Karya Ilmiah & Metadata Tipe & Program Studi Aksi Metadata
Pengaruh Komoensasi, Lingkungan Kerja dan Beban Kerja Terhadap Retensi Karyawan (Studi Kaus Pada Karyawan PT Inter Nusa Kreasindo Energy)
Penulis: Tsabbat Araaf, Dr. ANITA NOVIALUMI, S.E., M.M., CPHRM., CHRBP. | 2026

Retensi karyawan menjadi isu penting dalam industri energi terbarukan akibat meningkatnya kebutuhan sumber daya manusia yang terampil serta tantangan operasional yang dihadapi perusahaan. Rendahnya tingkat karyawan yang bertahan dapat memengaruhi produktivitas dan keberlanjutan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi, lingkungan kerja, dan beban kerja terhadap retensi karyawan pada PT Inter Nusa Kreasindo Energy. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 61 karyawan menggunakan teknik sampling jenuh. Analisis data dilakukan menggunakan SmartPLS versi 4.1.1.8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi dan beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap retensi karyawan. Sementara itu, lingkungan kerja menunjukkan pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap retensi karyawan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian kompensasi yang tepat dan pengelolaan beban kerja yang efektif dapat meningkatkan retensi karyawan. Namun, lingkungan kerja belum memberikan pengaruh signifikan terhadap keputusan karyawan untuk tetap bertahan di perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan diharapkan dapat meningkatkan sistem kompensasi dan mengelola beban kerja secara efektif guna mempertahankan retensi karyawan dan mendukung keberlanjutan organisasi.

#kompensasi #lingkungan kerja #beban kerja #retensi karyawan
Skripsi (S1) Manajemen (S1) Restricted Fulltext PDF
PERAN PIMPINAN DALAM MENCIPTAKAN LINGKUNGAN KERJA YANG INKLUSIF BAGI KARYAWAN DIFABEL PADA DINAS TENAGA KERJA KOTA BEKASI
Penulis: Syifa Eka Nurhikmah, SHALAHUDDIN, S.Pd., M.M. | 2026

Inklusivitas di tempat kerja semakin mendapat perhatian serius setelah ditetapkannya Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang mewajibkan instansi pemerintah mempekerjakan minimal 2% karyawan difabel. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pimpinan dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif bagi pegawai difabel pada Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan lima informan kunci, dan studi pustaka. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña (2014) dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan pimpinan berperan aktif melalui empat aspek: (1) kebijakan rekrutmen non-diskriminatif; (2) penyediaan fasilitas aksesibilitas fisik; (3) program pelatihan inklusivitas bagi seluruh aparatur; dan (4) pembangunan budaya organisasi inklusif melalui keteladanan pimpinan. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan fasilitas aksesibilitas dan minimnya pemahaman aparatur terhadap kebutuhan pegawai difabel. Sebagai solusi diusulkan Pedoman Inklusivitas Lingkungan Kerja dan SOP Pelayanan bagi Pegawai Difabel. Penelitian ini membuktikan bahwa komitmen pimpinan yang kuat merupakan fondasi utama terciptanya lingkungan kerja yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.

#Difabel #Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi #Inklusivitas #Kepemimpinan Inklusif
Tugas Akhir (D3) Manajemen Administrasi (D3) Restricted Fulltext PDF
PENGARUH KEPEMIMPINAN, BUDAYA ORGANISASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI DI BADAN PENDAPATAN DAERAH KOTA BEKASI
Penulis: Sinta Dewi, Dr. ANITA NOVIALUMI, S.E., M.M., CPHRM., CHRBP. | 2026

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan, budaya organisasi, dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja pegawai pada Badan Pendapatan Daerah Kota Bekasi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan pra-survei. Populasi penelitian berjumlah 87 pegawai dan seluruh populasi dijadikan sampel menggunakan teknik sampling jenuh (sensus). Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi (R²) dengan bantuan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai t hitung sebesar 0,933 dan signifikansi 0,354. Budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai t hitung sebesar 4,191 dan signifikansi 0,000. Lingkungan kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai t hitung sebesar 5,895 dan signifikansi 0,000, serta menjadi variabel yang paling dominan. Secara simultan, kepemimpinan, budaya organisasi, dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai F hitung sebesar 106,353 dan signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,794 menunjukkan bahwa 79,4% kepuasan kerja dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut.

#Kepemimpinan #Budaya Organisasi #Lingkungan Kerja #Kepuasan Kerja.
Skripsi (S1) Manajemen (S1) Restricted Fulltext PDF
PENERAPAN LINGKUNGAN KERJA YANG POSITIF PADA DISPERKIMTAN KOTA BEKASI
Penulis: Muhamad Yusup, Shalahuddin S.Pd., M.M. | 2026

Lingkungan kerja yang positif memiliki peran penting dalam menciptakan kondisi kerja yang nyaman, aman, dan mendukung produktivitas pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta menganalisis penerapan lingkungan kerja yang positif di Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan data primer yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang positif di Disperkimtan Kota Bekasi telah diterapkan dengan cukup baik. Hal tersebut terlihat dari kondisi lingkungan kerja yang nyaman, tersedianya fasilitas penunjang pekerjaan, hubungan antarpegawai yang harmonis, komunikasi yang berjalan efektif, serta terciptanya rasa aman dan nyaman dalam bekerja. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa hambatan, seperti keterbatasan fasilitas tertentu dan potensi terjadinya kesalahpahaman dalam koordinasi kerja. Untuk mengatasi kendala tersebut, diusulkan pelaksanaan evaluasi dan edukasi lingkungan kerja secara berkala guna meningkatkan komunikasi, memperkuat kerja sama tim, serta mempertahankan suasana kerja yang kondusif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa lingkungan kerja yang positif berkontribusi dalam meningkatkan kenyamanan, efektivitas, dan kinerja pegawai sehingga perlu terus dipelihara dan dikembangkan secara berkelanjutan.

#lingkungan kerja positif #lingkungan kerja #komunikasi kerja #kerja sama tim
Tugas Akhir (D3) Manajemen Administrasi (D3) Restricted Fulltext PDF
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA DIREKTORAT SAMAPTA POLDA METRO JAYA
Penulis: Fira Noviana Putri, Dr. ANITA NOVIALUMI, S.E., M.M., CPHRM., CHRBP. | 2026

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan kinerja karyawan dalam mendukung efektivitas pelaksanaan tugas kepolisian pada Direktorat Samapta Polda Metro Jaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 82 responden personel Direktorat Samapta Polda Metro Jaya. Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) dengan bantuan aplikasi SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai p-Values < 0,05. Motivasi kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai p-Values < 0,05. Selain itu, kepuasan kerja mampu memoderasi pengaruh lingkungan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan secara positif dan signifikan dengan nilai p-Values < 0,05. Temuan penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang baik, motivasi kerja yang tinggi, serta kepuasan kerja yang optimal dapat meningkatkan kinerja personel dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa lingkungan kerja, motivasi kerja, dan kepuasan kerja memiliki peranan penting dalam meningkatkan kinerja karyawan pada Direktorat Samapta Polda Metro Jaya.

#Kata Kunci: Lingkungan Kerja #Motivasi Kerja #Kepuasan Kerja #Kinerja Karyawan
Skripsi (S1) Manajemen (S1) Restricted Fulltext PDF
Pengaruh Motivasi Kerja, Kepuasan Kerja dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT Dasa Windu Agung Bantar Gebang
Penulis: Kasih Berkat Zai, DWI WAHJUNI WULANDARI, S.T., M.M. | 2026

Penelitian ini dimotivasi oleh pentingnya kinerja karyawan untuk mendorong tercapainya suatu perusahaan, khususnya di perusahaan dengan tuntutan kerja yang tinggi dan kondisi kerja yang dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja, kepuasan kerja, dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan di PT Dasa Windu Agung Bantar Gebang, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan asosiatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada 98 karyawan. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda, termasuk uji-t, uji-F, dan koefisien determinasi (R2) dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja (sig = 0,028; p < 0,05), kepuasan kerja (sig = 0,001; p < 0,05), dan lingkungan kerja (sig = 0,001; p < 0,05) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Secara simultan, variabel-variabel ini memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (sig =0,000; p < 0,05). Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,801 menunjukkan bahwa 80,1% kinerja karyawan dijelaskan oleh variabel independen, sedangkan 19,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Koefisien korelasi (R) sebesar 0,895 menunjukkan hubungan yang sangat kuat. Kesimpulannya, motivasi kerja, kepuasan kerja, dan lingkungan kerja memainkan peran penting dalam meningkatkan kinerja karyawan.

#Motivasi Kerja #Kepuasan Kerja #Lingkungan Kerja #Kinerja Karyawan
Skripsi (S1) Manajemen (S1) Restricted Fulltext PDF
PENGARUH DISIPLIN KERJA, LINGKUNGAN KERJA DAN EVALUASI KINERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS PEGAWAI (Studi Kasus Pada Diskominfostandi Kota Bekasi)
Penulis: Muhammad Harun Al Rasyid, Dr. ANITA NOVIALUMI, S.E., M.M., CPHRM., CHRBP. | 2026

Perkembangan transformasi digital di lingkungan pemerintahan menuntut peningkatan produktivitas pegawai agar pelayanan publik dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Namun, produktivitas pegawai pada Diskominfostandi Kota Bekasi dinilai masih belum optimal yang terlihat dari masih adanya permasalahan terkait disiplin kerja, lingkungan kerja yang belum sepenuhnya kondusif, serta evaluasi kinerja yang belum maksimal dalam mendorong peningkatan kinerja pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja, lingkungan kerja, dan evaluasi kinerja terhadap produktivitas pegawai pada Diskominfostandi Kota Bekasi.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik sampling jenuh, di mana seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 98 pegawai yang terdiri dari ASN dan TKK pada Diskominfostandi Kota Bekasi. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan SPSS versi 27 melalui uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja, lingkungan kerja, dan evaluasi kinerja secara parsial maupun simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas pegawai. Lingkungan kerja menjadi variabel yang paling dominan dengan nilai koefisien beta sebesar 0,462. Selain itu, nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,709 menunjukkan bahwa disiplin kerja, lingkungan kerja, dan evaluasi kinerja mampu menjelaskan produktivitas pegawai sebesar 70,9%, sedangkan sisanya sebesar 29,1% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan disiplin kerja, lingkungan kerja yang kondusif, serta evaluasi kinerja yang efektif dapat meningkatkan produktivitas pegawai pada Diskominfostandi Kota Bekasi.

#Disiplin Kerja #Lingkungan Kerja #Evaluasi Kinerja #Produktivitas Pegawai
Skripsi (S1) Manajemen (S1) Restricted Fulltext PDF
PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP LOYALITAS KARYAWAN DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi Kasus pada Divisi Valve PT Metal Castindo Industritama)
Penulis: Inez Delia Saputri, Dr. ANITA NOVIALUMI, S.E., M.M., CPHRM., CHRBP. | 2026

Loyalitas karyawan merupakan faktor penting dalam mencapai tujuan organisasi dan menjaga keberlanjutan perusahaan. Rendahnya loyalitas karyawan dapat menurunkan produktivitas, melemahkan komitmen organisasi, serta meningkatkan keinginan karyawan untuk meninggalkan perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan perlu memperhatikan faktor-faktor yang dapat meningkatkan loyalitas karyawan, seperti motivasi kerja, lingkungan kerja, dan kepuasan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap loyalitas karyawan melalui kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada Divisi Valve. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan data yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 72 karyawan. Data dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4.1.1.8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja dan lingkungan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dan loyalitas karyawan. Selain itu, kepuasan kerja juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas karyawan serta mampu memediasi pengaruh motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap loyalitas karyawan. Berdasarkan temuan tersebut, perusahaan diharapkan dapat meningkatkan motivasi kerja, menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, serta meningkatkan kepuasan kerja guna meningkatkan loyalitas karyawan terhadap perusahaan.

#Motivasi Kerja #Lingkungan Kerja #Kepuasan Kerja #Loyalitas Karyawan
Skripsi (S1) Manajemen (S1) Restricted Fulltext PDF
Pengaruh Kepemimpinan Transformasional, Kompensasi, Lingkungan Kerja, Terhadap Loyalitas Karyawan (Studi Kasus Pada PT Bank Syariah Indonesia Tbk Area Bekasi)
Penulis: Nissya Vadila, Dr. ANITA NOVIALUMI, S.E., M.M., CPHRM., CHRBP. | 2026

Loyalitas karyawan merupakan faktor kunci dalam menjaga kelancaran berjalannya operasi perusahaan, khususnya di bidang perbankan syariah yang sedang menghadapi tantangan persaingan serta proses transformasi digital. PT Bank Syariah Indonesia Tbk cabang Bekasi Selatan mencatat peningkatan tingkat turnover sebesar 6,72% pada periode 2024–2025, yaitu dari 2,24% naik menjadi 4,58%. Angka ini menunjukkan adanya penurunan kepuasan karyawan dan perlunya tindakan yang terorganisasi untuk mengatasinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari kepemimpinan transformasional, sistem kompensasi, serta kondisi lingkungan kerja terhadap tingkat loyalitas karyawan, baik secara terpisah maupun secara bersamaan. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan mengumpulkan data melalui kuesioner. Seluruh 125 karyawan dijadikan sebagai responden dengan menggunakan metode pengambilan sampel jenuh. Instrumen ini terdiri dari 25 butir pernyataan yang menggunakan skala Likert dengan lima tingkat jawaban. Analisis data dilakukan dengan menguji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linier berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi (R²) menggunakan software SPSS versi 27.0. Penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional memiliki dampak positif dan signifikan terhadap tingkat loyalitas karyawan dengan nilai koefisien sebesar 0,398. Kompensasi memiliki dampak yang positif dan signifikan (β = 0,444). Sebaliknya, lingkungan kerja tidak memiliki dampak yang signifikan dengan tingkat signifikansi sebesar 0,174. Secara bersamaan, ketiga variabel independen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat loyalitas karyawan. Nilai Adjusted R kuadrat sebesar 0,479 menunjukkan bahwa 47,9% dari perubahan tingkat loyalitas karyawan dapat dijelaskan oleh ketiga variabel yang digunakan, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model tersebut

#Kepemimpinan Transformasional #Kompensasi #Lingkungan Kerja #Loyalitas Karyawan.
Skripsi (S1) Manajemen (S1) Restricted Fulltext PDF