Jl. Siliwangi No. 6, Rawa Panjang, Bekasi Timur | [email protected] | (021) 82436886

Hasil Pencarian: "Ketinggian Air" (Semua Bidang (Umum))

Penelusuran metadata karya ilmiah dan dokumen institusi Universitas Bina Insani.

Filter Otomatis
Reset
Filter otomatis disaring tanpa menekan tombol.
Hasil Pencarian: "Ketinggian Air" (Semua Bidang (Umum))

Menampilkan 2 karya ilmiah repository terverifikasi (Skripsi & Artikel Jurnal OJS)

Detail Karya Ilmiah & Metadata Tipe & Program Studi Aksi Metadata
Perancangan Sistem Monitoring Ketinggian Air Sungai Berbasis IoT dan Firebase untuk Peringatan Dini Banjir
Penulis: Sharan Roshan Kalia, RULLY PRAMUDITA, S.T., M.Kom. | 2026

Banjir merupakan permasalahan utama di Perumahan Fontana Lake akibat meluapnya air sungai. Pemantauan ketinggian air yang saat ini dilakukan secara manual dinilai tidak efektif, subjektif, dan terbatas, terutama pada malam hari saat warga beristirahat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan merancang purwarupa sistem peringatan dini banjir berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu beroperasi secara otomatis 24 jam dan memberikan informasi ketinggian air secara objektif dan terukur. Pengembangan perangkat lunak dan keras dalam sistem ini menggunakan metode Prototype yang meliputi tahapan komunikasi, perencanaan singkat, pemodelan, konstruksi purwarupa, serta penyerahan dan evaluasi umpan balik. Perangkat keras utama yang digunakan adalah mikrokontroler NodeMCU ESP32 sebagai pusat kendali dan pengelola komunikasi Wi-Fi, serta sensor ultrasonik tahan air JSN-SR04T yang dipasang untuk mengukur jarak ketinggian air. Sistem ini juga mengintegrasikan platform Blynk untuk pemrosesan data instan, Firebase Realtime Database sebagai media penyimpanan riwayat log pemantauan, dan aplikasi Android bernama “Monitoring Fontana Lake” yang dibuat menggunakan Kotlin di Android Studio sebagai antarmuka pemantauan pengguna. Berdasarkan hasil perancangan dan pengujian, sistem mampu mengklasifikasikan ketinggian air ke dalam tiga status peringatan melalui logika percabangan sederhana (If-Else), yaitu kondisi Aman (hijau) untuk ketinggian air ≤ 15 cm, Waspada (kuning) untuk rentang > 15 cm hingga 25 cm, dan Bahaya (merah) untuk ketinggian > 25 cm. Apabila status mencapai level Waspada atau Bahaya, mikrokontroler akan memicu layanan OneSignal untuk mengirimkan pesan notifikasi secara otomatis ke aplikasi pengguna, di mana status Bahaya akan secara khusus memicu suara alarm heads-up pada ponsel cerdas warga.

#Firebase #Internet of Things #Ketinggian Air #NodeMCU ESP32
Skripsi (S1) Teknik Informatika (S1) Restricted Fulltext PDF
IMPLEMENTASI SISTEM IRIGASI HIDROPONIK BERBASIS INTERNET OF THINGS DI KAMPUNG RAMAH LINGKUNGAN
Penulis: Reyhan Tri Kurniawan, MARDI YUDHI PUTRA, S.T., M.Kom. | 2026

Irigasi merupakan salah satu faktor penting dalam budidaya tanaman hidroponik karena berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kualitas tanaman. Di Kampung Ramah Lingkungan, proses irigasi masih dilakukan secara manual sehingga sering mengalami keterlambatan dan belum memiliki jadwal yang teratur. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem irigasi berbasis Internet of Things (IoT) pada tanaman hidroponik menggunakan metode Rapid Application Development (RAD). Sistem dikembangkan menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai pusat kendali, sensor Total Dissolved Solid (TDS) untuk memantau kadar air, sensor ultrasonik HC-SR04 untuk mengukur ketinggian air, modul relay sebagai pengendali pompa air R385, serta dashboard berbasis web untuk monitoring, pengaturan jadwal irigasi, dan pengendalian pompa secara manual. Hasil pengujian Black Box menunjukkan bahwa seluruh fungsi perangkat lunak dan perangkat keras berjalan sesuai dengan kebutuhan fungsional yang telah dirancang, meliputi proses login, monitoring sensor, pengendalian pompa, pengaturan jadwal, dan komunikasi data antara ESP32 dengan server. Pengujian Stress Test menunjukkan bahwa ESP32, sensor, dashboard, dan komunikasi data tetap beroperasi dengan baik selama pengujian ketahanan sistem. Namun, pada pengujian API menggunakan Apache JMeter diperoleh error rate sebesar 50,00% pada endpoint Update Sensor, 61,00% pada endpoint Get Data, dan 59,00% pada endpoint Get Schedule, sehingga sistem masih memerlukan optimasi untuk menangani beban akses yang tinggi. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan mampu membantu proses irigasi tanaman hidroponik secara terjadwal, mempermudah monitoring kondisi sistem, serta mendukung pengelolaan tanaman hidroponik di Kampung Ramah Lingkungan.

#ESP32 #Hidroponik #Internet of Things #Irigasi
Skripsi (S1) Teknik Informatika (S1) Restricted Fulltext PDF