Hasil Pencarian: "Siswa SMK" (Semua Bidang (Umum))
Penelusuran metadata karya ilmiah dan dokumen institusi Universitas Bina Insani.
Filter Otomatis
ResetHasil Pencarian: "Siswa SMK" (Semua Bidang (Umum))
Menampilkan 2 karya ilmiah repository terverifikasi (Skripsi & Artikel Jurnal OJS)
| Detail Karya Ilmiah & Metadata | Tipe & Program Studi | Aksi Metadata |
|---|---|---|
SISTEM PAKAR IDENTIFIKASI TINGKAT STRES AKADEMIK SISWA KELAS XII SMK BINA INDUSTRI MENGGUNAKAN CERTAINTY FACTOR
Penulis: Rivan Dwi Ferdiansyah, SUMARDIONO,S.KOM.,M.KOM |
2026
Stres akademik merupakan kondisi yang sering dialami siswa akibat tuntutan akademik yang tinggi. Siswa kelas XII SMK memiliki risiko mengalami stres akademik karena harus menghadapi ujian akhir, tugas sekolah, praktik kerja lapangan, serta persiapan memasuki dunia kerja maupun pendidikan tinggi. Di SMK Bina Industri, proses identifikasi tingkat stres akademik masih dilakukan secara manual melalui observasi dan konseling oleh guru Bimbingan dan Konseling (BK), sehingga memerlukan waktu yang cukup lama dan bersifat subjektif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem pakar berbasis web yang dapat membantu mengidentifikasi tingkat stres akademik siswa secara lebih cepat, sistematis, dan objektif menggunakan metode Certainty Factor (CF). Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah Prototype dengan tahapan communication, quick plan, modeling quick design, construction of prototype, serta deployment delivery and feedback. Basis pengetahuan sistem diperoleh melalui observasi, wawancara dengan guru BK dan pakar psikologi, serta studi pustaka. Sistem menggunakan 22 gejala stres akademik yang dikelompokkan ke dalam tiga kategori tingkat stres, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Metode Certainty Factor digunakan untuk menghitung tingkat keyakinan hasil identifikasi berdasarkan kombinasi nilai keyakinan pengguna dan nilai keyakinan pakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berhasil mengidentifikasi tingkat stres akademik siswa dan berjalan sesuai kebutuhan berdasarkan pengujian Black Box. Pengujian beta yang melibatkan 67 siswa memperoleh nilai indeks pada rentang 87,16%–89,40% dengan kategori sangat baik. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan dapat membantu guru BK dalam melakukan identifikasi awal dan monitoring tingkat stres akademik siswa secara lebih efektif.
#Certainty Factor
#Identifikasi
#Sistem Pakar
#Stres Akademik
|
Skripsi (S1)
Teknik Informatika (S1)
Restricted Fulltext PDF
|
|
PENGARUH PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN, LINGKUNGAN KELUARGA DAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA (Studi Kasus Pada SMKN 8 Kota Bekasi)
Penulis: Riselsa Salsabila Putri, Dr. INDRA MUIS, S.S., M.M. |
2026
Pengangguran di Indonesia masih menjadi permasalahan penting, khususnya di kalangan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yang mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka tertinggi sebesar 8,63%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kewirausahaan, lingkungan keluarga, dan penggunaan media sosial terhadap minat berwirausaha siswa kelas XI dan XII di SMKN 8 Kota Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik simple random sampling yang melibatkan 257 responden. Data dianalisis menggunakan uji instrumen, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, dan uji hipotesis dengan bantuan SPSS 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha dengan koefisien regresi sebesar 0,338 dan nilai t hitung sebesar 6,888 (p < 0,001). Lingkungan keluarga juga berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi sebesar 0,126 dan nilai t hitung sebesar 3,588 (p < 0,001). Penggunaan media sosial berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi sebesar 0,283 dan nilai t hitung sebesar 6,040 (p < 0,001). Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha dengan nilai F hitung sebesar 72,856 (p < 0,001). Nilai Adjusted R² sebesar 0,457 menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan, lingkungan keluarga, dan penggunaan media sosial mampu menjelaskan 45,7% variasi minat berwirausaha, sedangkan 54,3% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan pendidikan kewirausahaan, penguatan dukungan keluarga, dan pemanfaatan media sosial secara positif dapat meningkatkan minat berwirausaha siswa SMK.
#Pendidikan Kewirausahaan
#Lingkungan Keluarga
#Penggunaan Media Sosial
#Minat Berwirausaha
|
Skripsi (S1)
Manajemen (S1)
Restricted Fulltext PDF
|